Belajar Berimaji

Mari Berimaji!

Membaca Tanda Sebagai Ramalan Menurut Masyarakat Jawa dalam Kitab Primbon Bataljemmur Adammakna

diposting oleh dini-ardianty-fib10 pada 16 September 2013
di Filologi - 8 komentar

Membaca Tanda Sebagai Ramalan Menurut Masyarakat Jawa dalam Kitab Primbon Bataljemmur Adammakna

Dini Ardianty

121011002

 

Tanda dari Binatang

Hingga sekarang masyarakat Jawa masih mempercayai kejadian-kejadian alam maupun kejadian-kejadian yang berada di sekitarnya sebagai pertanda akan apa yang akan dialaminya. Salah satu kepercayaan masyarakat akan ramalan yaitu tanda yang berasal dari binatang. Misalnya saja masyarakat sering mengaitkan burung kedasih dengan datangnya penyakit. Tanda-tanda jika datang burung kedasih hinggap di pohon halaman rumah dan berbunyi, maka si empunya rumah akan menderita sakit. Jika burung tersebut berbunyi di luar rumah (tidak di halaman rumah), maka di sekitar tempat tersebut banyak penyakit. Untuk itu jika mendengar burung kedasih, masyarakat dihimbau untuk segera mengusirnya dan berdoa agar burung tersebut segera kembali ke hutan. Doa untuk menolak burung kedasih menurut kitab Primbon Bataljemur Adammakna adalah “Laturdrikuhul absaro wahuwa yudrikuhul absaru, wahuwa latifulkabir”.

Jika umumnya burung gagak dianggap sebagai pertanda pembawa kematian, namun dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang terdapat dalam kitab primbon ini tidak selamanya dipercaya sebagai suatu pertanda yang buruk. Dalam kitab ini pertanda mengenai burung gagak yang berbunyi di dalam rumah dirinci lebih lanjut berdasarkan waktu, yaitu siang dan malam serta jam kejadian tersebut.

Jam

Siang

Malam

7 – 8

 

9 – 10

 

11 – 12

 

1 – 2

3 – 4

5 – 6

 

Mendapat pembicaraan yang baik dari saudara jauh.

Memperoleh berita baik dari daerah lain.

Semarabumi minta diberi makanan, lekaslah membakar kemenyan.

Akan kehilangan barang.

Ada tamu yang sengaja berbuat baik.

Akan memperoleh suatu masalah dan kehilangan barang.

Keuntungan akan datang dengan sendirinya, banyak.

Akan difitnah orang.

 

Akan kedatangan saudara jauh.

 

Rejekinya akan bertambah.

Akan bertengkar dengan orang lain.

Akan bertambah keuntungan/rejekinya.

            Selain kedua tanda dari hewan di atas, kitab Primbon Bataljemur Adammakna ini juga menjelaskan berbagai pertanda yang datang dari binatang lainnya, seperti tingkah laku kucing, tanda anjing menyalak tanpa ada penyebabnya, tanda dari burung prenjak, tanda untuk binatang berkaki empat dan unggas yang masuk ke halaman, tanda dari lebah, tanda dari rumah rayap, tanda dari laba-laba, tanda dari kupu yang berwarna putih, tanda dari tikus celurut, dan tanda dari kinjeng tangis. Kebanyakan dari tanda tersebut adalah tanda mengenai hewan yang masuk atau mendekat ke arah rumah.

 

Tanda Berkaitan dengan Binatang Peliharaan

Selain tanda yang dipercayai masyarakat Jawa mengenai binatang yang masuk atau mendekat ke arah rumah, kitab Primbon Bataljemur Adammakna juga mempercayai tanda-tanda tertentu untuk memilih dan memperlakukan binatang peliharaan. Misal tanda untuk memilih ayam aduan menurut wajah dan bulunya. Ayam aduan yang baik, sering menang, dan yang memberikan untung bagi pemiliknya adalah ayam yang memiliki wiring galih, jengger telon klepo jambu jebug, mata kuning, kaki hitam, jalu bulangan, ekor lebat, dan sisik melik. Sedangkan ayam jago aduan yang jelek, selalu kalah, dan membuat susah yang memelihara adalah ayam yang memiliki wiring kuning, jengger telon, kepala kecil, mata merah, kaki kuning, dan ekor putih. Primbon Bataljemur Adammakna juga terdapat ramalan mengenai hari yang baik untuk menyabung ayam agar tidak ditangkap pihak keamanan.

Selain kedua hal di atas, masih banyak tanda mengenai binatang peliharaan lainnya yang terdapat dalam Primbon Bataljemur Adammakna, yaitu tanda pada kuda (katuranggan), tanda kuda yang baik, tanda pada burung perkutut (katuranggan perkutut), tanda burung perkutut yang baik, tanda burung perkutut yang baik (katuranggan burung gemak), tanda ayam aduan menurut sisik pada kaki, tanda tangguhnya ayam jago, arah untuk menyabung ayam, perhitungan kalah atau menang ayam aduan, dan tanda untuk kucing (katuranggan).

 

Tanda dari Gejala Alam

Masyarakat Jawa percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini memiliki pertanda tertentu. Terutama jika kejadian tersebut jarang terjadi atau tidak terjadi di setiap waktu. Misalnya saja kejadian petir yang menyambar, jika yang disambar adalah rumah ata tanaman, maka si empunya akan memperoleh wahyu yaitu diangkat menjadi orang yang berpangkat tinggi. Untuk itu si empunya harus melakukan sedekah berupa daging kerbau yang utuh (lulur, kepala, otak, babad, usus, dan ati) walaupun hanya sedikit tetapi komplit disertai sehelai kain dan uang empat reyal. Serta mengucapkan doa seperti berikut “subkana manyusabikur rokdubikamdhi walmalaikatu minkifatehi”. Jika orang tersebut tidak bersedekah, maka akan selalu mengalami kesusahan.

Tanda dari kejadian alam yang tidak biasa tersebut menurut kitab Primbon Bataljemur Adammakna sebagian besar diartikan sebagai pertanda akan kejadian-kejadian buruk. Hal tersebut dikarenakan ketidakbiasaan kejadian tersebut, kejadian tersebut merupakan sesuatu yang langka yang tidak setiap saat dapat kita temui, serta berkaitan dengan sesuatu yang berada di langit. Maka dianggap sebagai pembawa pesan dari Tuhan.

Tanda-tanda dari kejadian alam yang ditafsirkan dalam kitab Primbon Bataljemur Adammakna adalah sebagai berikut makna gempa bumi, makna gerhana, ramalan Sayidina Hurerot mengenai gerhana matahari atau bulan, makna bintang kemukus, makna bintang cahaya, makna halilintar yang bersinar, makna petir yang menyambar, makna cahaya (teja), makna awan atau kabut, serta makna kembang dian (bunga cuplak) yang berbunga.

 

Tanda dari Kejadian-Kejadian yang Dialami Manusia

Bukan hanya kejadian-kejadian alam yang tidak biasa saja yang dapat dimaknai oleh masyarakat Jawa, kejadian-kejadian yang tidak biasa yang dialami oleh manusia juga ditafsirkan oleh masyarakat Jawa sebagai suatu pertanda akan terjadinya sesuatu. Misalnya saja ketika perjamuan pengantin, perhiasan pengantin pria atau wanita jatuh, atau perhiasan di tembok atau dinding ada yang jatuh, bahkan ada barang pecah belah yang pecahnya tidak sebagaimana layaknya atau lampunya mati serta ada kejadian yang aneh, hal ini dipercayai sebagai tanda bahwa kedua mempelai akan mendapatkan halangan yang akan mengakibatkan perceraian.

Selain itu masyarakat Jawa juga memaknai seseorang yang kejatuhan cicak sebagai pertanda bahwa ia akan kehilangan kemuliaan atau kesenangannya dalam delapan perkara atau akan memperoleh malu yang besar karena istrinya terkena godaan dan berbuat serong. Kitab Primbon Bataljemur Adammakna  juga menjelaskan mengenai makna baju yang jatuh dari gantungan menurut jam, makna memasang lampu, serta makna tamu yang datang ke rumah dilihat dari arah, pasaran, dan jam bertamu.

 

Tanda dari tubuh manusia

            Kita sering mengartikan pertanda mengenai mata yang bergerak-gerak dengan sendirinya sering diartikan sebagai suatu pertanda bahwa kita sedang menjadi bahan pembicaraan orang lain. Jika mata kiri yang bergerak-gerak, maka seseorang sedang membicarakan keburukan kita. Sedangkan jika mata kanan yang bergerak-gerak, maka kebaikan kita sedang dibicarakan oleh orang lain. Begitupula dengan bulu mata yang jatuh, yang sering kita artikan sebagai bentuk kerinduan seseorang kepada kita.

            Pertanda-pertanda yang berasal dari fisik manusia, yang tidak biasa terjadi, memang sering diartikan sebagai sesuatu yang lain oleh masyarakat Jawa. Hal tersebut juga dimaknai dalam Primbon Bataljemur Adammakna, misalnya makna hati yang bergetar pada rentang waktu antara pukul dua belas sampai dua siang dimaknai bahwa orang tersebut sedang dicintai oleh seorang wanita atau pria. Begitupula jika hal tersebut terjadi pada pukul sepuluh sampai dua belas malam, dipercayai sebagai pertanda bahwa anak gadisnya akan dipinang.

            Hal-hal lainnya mengenai pemaknaan kejadian yang tidak biasa yang berkaitan dengan fisik manusia dalam Primbon Bataljemur Adammakna antara lain makna hati yang berdebar, makna lupa atau alpa, makna telinga yang berdenging, makna daun telinga terasa panas, makna mata yang berkunang, makna muka yang terasa panas, serta makna bersin yang tidak layak. Seluruh ramalan tersebut disertai dengan perkiraan waktu kejadian dalam pemaknaannya.

            Setelah kita mengetahui pemaknaan mengenai tanda-tanda yang terdapat dalam kitab Primbon Bataljemur Adammakna, kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Jawa selalu berusaha untuk hidup selaras dengan alam. Hal tersebut disimpulkan dari sikap masyarakat Jawa yang selalu mengamati tanda-tanda yang ada di alam sekitar. Ramalan yang ada dalam kitab primbon tersebut kebanyakan berkaitan dengan nasib seseorang. Nasib baik, buruk, keuntungan, maupun kerugian seseorang.

Serta dalam menerima ramalan tersebut masyarakat Jawa masih memperhatikan unsur agama atau kepercayaan yang dianut. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya doa-doa tertentu yang dianjurkan untuk dibacakan jika mengalami suatu kejadian tertentu seperti yang terdapat dalam kitab primbon tersebut. Doa-doa itu kebanyakan merupakan doa-doa dalam bahasa Arab yang merujuk pada doa-doa dalam agama Islam, meskipun ada beberapa doa yang berbahasa Jawa. Juga adanya sedekah atau tebusan yang harus dibayar agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada seseorang. Inti dari ramalan yang ada dalam kitab primbon ini adalah sifat masyarakat Jawa yang selalu mengedepankan sikap hati-hati dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu tidak heran jika ada ungkapan yang mengatakan bahwa apa yang diyakini masyarakat merupakan cerminan dari masyarakat itu sendiri.

 

Rujukan:

Noeradyo, Siti Soemadiyah. 1994. Kitab Primbon Bataljemur Adammakna Bahasa Indonesia. Yogyakarta: CV. Buana Raya.

8 Komentar

1. hari yantono

pada : 30 April 2015

"tanda ayam di tempat kerja
coz 2 tahun gk pernah ada ayam 1 pun yng masuk di tempat kerja
dn lgi jauh dari kampungan"


2. jhon

pada : 06 August 2015

"terima kasih, jadi nambah ilmu, bias ditambah lagi share primbonya,,"


3. ARI WIJAYA

pada : 23 September 2015

"ARTI DAN MAKNA KUCING BELANG BELANG MATI DIBELAKANG RUMAH APA YA ?? MATINYA DI AREAL RUMAH DAN MATINYA DI BELAKANG RUMAH . TERIMAKASIH. EMAIL JAWABANNYA YA. TERIMA KASIH BANYAK."


4. Arkho

pada : 17 November 2015

"Saya menemukan dan menangkap perkutut diteras rumah pada pukul 20an malam, ia punya jambul kecil, apa yaaa artinyaaa....."


5. rabbani

pada : 18 November 2015

"Bgz banget jadi tmbah ilmunya"


6. desi susanti

pada : 09 April 2016

"dari pagi sampai petang rumah ku di masuki ayam lalu tarung
"


7. dedy

pada : 21 June 2016

"smallm sya di jatuhi kucing dri loteng..saat ngopi bareng temen-temen...br tanda apa ya"


8. irman munawan

pada : 18 February 2017

"saya mengalami kejadian aneh,,
tiba2 ada burung perkutut jatuh d belakang saya,,
saat saya lihat dah lemes gtu
saya teteskan minuman
sehat sebentar,,
saat saya hendak masukan ke kandangnya,,
trnyata dia suadah mati,,
apa artinya itu ya,,,"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :